WELCOME TO MUFTI05 BLOG


Live Mesh: Sinkronisasi Nirkabel Sebarang Perangkat
April 25, 2008, 2:43 am
Diarsipkan di bawah: Mobile

JAKARTA, Para pemilik PDA/PDAphone atau peranti genggam lain pasti tidak asing dengan ActiveSync. ActiveSync adalah software yang selama ini berfungsi mensinkronisasikan file-file dari/ke perangkat genggam dengan komputer kita, agar selalu up-to-date.

Nah, baru saja Microsoft mengumumkan peluncuran versi beta terbatas dari Live Mesh. Seperti ActiveSync, program ini dirancang untuk melakukan sinkronisasi. Bedanya, Live Mesh mampu mensinkronisasi berbagai perangkat yang berbeda dengan beragam platform secara otomatis melalui Web.

Saat meluncurkan Live Mesh pada pameran Web 2.0 Expo di San Francisco, Microsoft menyebutkan PC desktop, notebook, ponsel, dan bahkan bingkai foto digital (digital picture frame) yang sudah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi bisa memanfaatkannya. Saat itu dicontohkan bagaimana seorang pengguna memotret dengan handset-nya dan hasil bidikannya otomatis disimpan ke koleksi gambar pada komputer, dan di-upload ke sebuah bingkai foto digital .Bahkan, pekerjaan yang menyita waktu seperti sinkronisasi kontak dan konten kalendar juga bisa bisa dilakukan tanpa kabel, tanpa campur tangan penggunanya, atau jaringan korporat besar.

“Bagi perorangan, konsep My Computer akan beralih ke konsep personal mesh of devices, sebuah cara dengan mana semua perangkat Anda akan disatukan, dikelola melalui Web, secara seamless. Setelah mengenali sebuah perangkat sebagai milik Anda, mengenali konfigurasi dan pengaturan personalnya, aplikasi dan pengaturannya dan data yang dibawanya akan tersedia secara seamless dan disinkronisasikan di kumpulan (mesh) perangkat Anda,” ungkap Chief Software Architect Ray Ozzie.

Konsep Live Mesh ini disebutkan tidak akan dibatasi pada perangkat berbasis Windows, tetapi juga bisa untuk Mac dan Linux. Namun saat ini sebuah percobaan yang bersifat tertutup dengan 10.000 peserta masih berlangsung, jadi pengembangan Live Mesh (dan perbaikan bug-bug-nya) masih terus berjalan.

Nah, jika konsep Live Mesh berhasil, hidup kita sebagai pemilik beragam gadget rasanya memang akan lebih nyaman. Tidak perlu repot melalui sinkronisasi ini dan itu secara manual. (Kompas.Com)

 



Unas Hari Pertama Bali Razia Telepon Selular Siswa SMA
April 25, 2008, 2:26 am
Diarsipkan di bawah: Mobile

Hari pertama Ujian Nasional (Unas) SMA/SMK di Bali, Selasa (22/4), diawali razia telepon selular (ponsel/HP), dengan memeriksa dan memastikan peserta agar tidak membawa ponsel dan peralatan lain yang digunakan untuk menjawab soal UN.

“Kami sebelumnya sudah penyebarkan pengumuman tertulis, melarang peserta UN membawa ponsel dan peralatan lain kecuali pensil dan perlengkapan mengikuti ujian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Bali, Tia Kusuma Wardhani.

Di sela-sela memantau pelaksanaan ujian itu di Denpasar, disebutkan bahwa pelarangan membawa ponsel saat mengikuti ujian sudah diterapkan sejak UN tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerjasama antar-siswa maupun dengan pihak lain dalam menjawab soal ujian, seperti pengiriman jawaban melalui pesan singkat (SMS).

“Ujian ini kan bertujuan mengukur kemampuan masing-masing siswa. Karena itu harus dicegah kemungkinan terjadinya kerjasama seperti melalui kiriman SMS,” ucapnya.

Belum diperoleh data, berapa banyak siswa yang kedapatan membawa ponsel atau bahkan ketahuan menggunakannya saat ujian berlangsung.

Menurut Kadis Pendidikan, pelaksanaan ujian tahun ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja siswa harus memiliki persiapan lebih baik, karena ada penambahan mata pelajaran dan standar nilai kelulusan dinaikkan dari 5,00 menjadi minimal 5,25.

Peserta ujian di Bali tahun ini mencapai 36.148 siswa, terdiri 25.569 dari SMA dan 10.571 siswa SMK, serta delapan siswa sekolah menengah atas luar biasa (SMALB).

Sedangkan yang diujikan enam matapelajaran. Untuk SMA IPA terdiri Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. SMA IPS meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi.

Karena untuk siswa SMA yang diujikan enam matapelajaran, diharapkan nilai masing-masing siswa rata-rata minimal 5,25, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25.

Khusus untuk SMK, tambahnya, nilai matapelajaran keahlian kejuruan minimal 7,00, sedangkan untuk SMA boleh memiliki nilai 4 asalkan pada salah satu matapelajaran ada nilai 6,00. (Gatra.com)



Tarif Seluler Bakal Turun 40 Persen
April 16, 2008, 2:53 am
Diarsipkan di bawah: Mobile

Pemerintah hari ini mengeluarkan aturan baru formulasi tarif interkoneksi berbasis biaya. Dengan aturan baru tersebut, diharapkan tarif telepon akan turun drastis.
Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dalam jumpa pers Menkominfo tentang Tarif Telekomunikasi, di Gedung Depkominfo, Senin (4/2/2008).

Nuh mengatakan terjadi beberapa variasi penurunan dalam formulasi tarif interkoneksi tersebut. Diungkapkan Nuh, penurunan tarif fixed line akan lebih kecil dari tarif seluler karena disubsidi. Sementara itu tarif seluler dipastikan turun signifikan.

Secara keseluruhan, variatif penurunannya bisa mencapai 5 persen sampai 20 persen, namun khusus untuk seluler penurunannya mencapai 20 persen sampai 40 persen. Tarif seluler mengalami penurunan karena beberapa komponen tarif ritel antara lain tarif interkoneksi, activity business dan margin.

Nuh berharap skema baru formulasi tarif tersebut bisa menjadi referensi buat para operator untuk menurunkan tarif ritel dan juga menekan besaran pengeluaran operator. Aturan penurunan tarif ini akan mulai diimplementasikan per 1 April 2008. (Detikinet)